Kamis, 02 Oktober 2008

Puisi Inspiratif

Memaafkan

Memaafkan
Bukanlah melupakan

Memaafkan
Sesungguhnya adalah mengingat

Bahwa tidak ada orang yang sempurna

Bahwa kita semua bisa tersandung
Ketika kita ingin berdiri tegak

Bahwa kita semua pernah mengucapkan sesuatu
Yang kemudian kita sesali

Bahwa kita semua bisa saja lupa bahwa cinta
Jauh lebih penting daripada pembenaran

Memaafkan
Sesungguhnya adalah mengingat

Bahwa kita semua memiliki lebih
Dibanding kesalahan-kesalahan kita

Bahwa kita juga sering bersikap baik dan perhatian
Bahwa menerima kekurangan orang lain
Akan membantu kita menerima kekurangan diri sendiri.

Memaafkan
Adalah mengingat

Bahwa perselisihan adalah sesuatu yang baik
Dimana kita mungkin juga butuh untuk dimaafkan.

Bahwa hidup kadang memberi kita lebih
Dari pada yang sanggup kita terima dengan anggun.

Memaafkan
Adalah mengingat

Bahwa kita memiliki ruang dalam hati kita
Untuk memulai lagi

Dan lagi,

Dan lagi.

Pengarang: Tidak Diketahui; Sumber: www.bellaonline.com

Mutiara Renungan

Memberi Maaf

“Ketika Anda membenci seseorang, Anda mengikatkan diri secara emosional dengan orang itu, sebuah ikatan yang jauh lebih kuat dibanding baja. Memberi maaf adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dan terbebas dari ikatan itu.” – Chaterine Ponder

“Tidak ada cinta tanpa permaafan, dan tidak ada maaf tanpa cinta.” – Bryant H McGill

“Memaafkan berarti melepaskan seorang tawanan dari penjara, dan kemudian menyadari bahwa tawanan itu tidak lain adalah Anda sendiri.” – Lewis B. Smedes

“Orang lemah tidak pernah memaafkan. Permaafan adalah sifat yang dimiliki orang yang kuat.” – Mahatma Gandhi

“Orang bodoh tidak bisa memaafkan dan melupakan. Orang naif bisa memaafkan dan melupakan. Orang bijaksana bisa memaafkan, tapi tidak melupakan.” – Thomas D. Szasz

“Ketahuilah, bahwa Anda telah memberi maaf ketika Anda ingat orang yang yang telah menyakiti hati Anda, dan mendoakan kebahagiaan mereka.” – Lewis B. Smedes

“Ketika kita terluka secara dalam, kita tidak akan sembuh sampai kita bisa memberi maaf.” – Alan Paton

“Ia yang sama sakali tidak bisa memaafkan adalah orang yang tidak bisa mencintai.” – Martin Luther King Jr.

“Maaf tidak bisa mengubah masa lalu, tapi ia bisa memperluas masa depan kita.” – Paul Boese

“Memaafkan berarti melepaskan masa lalu.” – Gerald Jampolsky

“Tanpa permaafan, tidak ada masa depan.” – Desmond Tutu

“Kebencian akan mengerdilkan dirimu, sementara permaafan mendorong kamu untuk tumbuh melebihi dirimu saat ini.” – Cherie Carter – Scott

“Kebencian yang kamu bawa dalam dirimu adalah sebuah bara api dalam hatimu. Ia jauh lebih berbahaya bagi dirimu ketimbang bagi mereka yang kamu benci.” – Lawana Blackwell

“Tidak masalah apakah orang yang telah menyakiti hatimu pantas untuk dimaafkan atau tidak. Maaf adalah hadiah yang kamu berikan ke dirimu sendiri. Ada yang kamu harus lakukan, dan kamu harus terus melangkah ke depan.” – Real Live Preacher

"Permaafan itu sesuatu yang lucu. Ia menghangatkan hatimu dan mendinginkan keperihan." - William Arthur Ward

"Maaf adalah balas dendam yang paling manis." - Isaac Friedmann

"Maafkanlah semua orang yang telah menyinggung Anda, bukan untuk mereka, tapi untuk diri Anda sendiri." - Harriet Nelson

Sakit Hati Dibalas Maaf?

Memaafkan orang yang pernah melakukan kesalahan terhadap kita? Susah gak sih? Bisa gampang-gampang susah, tergantung siapa dan apa kesalahan yang telah diperbuatnya. Dan yang paling penting, sedalam apa luka perasaan yang telah ditimbulkannya.

Memberi maaf kepada orang yang membuat kita kesal (misalnya, terlambat), mungkin tidak akan begitu susah. Perasaan kesal atau jengkel bisa terlupakan seiring berlalunya waktu, terutama bila yang bersangkutan sudah meminta maaf.
Namun memberi maaf akan terasa susah, terutama bila orang itu sudah melukai harga diri kita (orang yang menghina kita), atau mengkhianati kepercayaan kita (pasangan hidup yang selingkuh, teman yang membocorkan rahasia), atau menimbulkan kesulitan besar terhadap kita dan keluarga (orang yang menipu kita), atau kasus-kasus “berat” lainnya. Dalam contoh kasus di atas, tindakan memberi maaf terasa terlalu mengenakkan bagi orang itu.

Memaafkan orang yang telah melukai hati memang tidak gampang. Ada orang mengatakan, luka perasaan bisa terobati seiring berlalunya waktu. Namun kenyataannya, waktu hanya mengendapkannya sementara waktu. Bila kita bertemu kembali dengan orang atau situasi yang sama, luka itu akan kembali terbuka. Sekejap kemudian kita akan teringat kembali semuanya. Semakin diingat, semakin jelas kesalahannya, dan semakin kabur pula kata maaf dari pikiran kita.

Mengecilkan kesalahan dari orang yang sudah membuat sakit hati dan kecewa memang tidak gampang. Apalagi melupakan rasa sakit yang telah ditimbulkannya. Namun coba kita berpikir kembali dari sisi yang lain. Adakah manfaatnya bila kita terus menerus menyimpan rasa sakit hati? Adakah gunanya terus mengelus-elus luka di hati kita? Sebuah luka yang semakin dielus, semakin membesar dan menyakitkan.

Karena itu, luka yang menyakitkan hati itu sebaiknya dibalas dengan memberi maaf. Tindakan memberi maaf justru lebih bermanfaat bagi orang yang memberi maaf dibanding orang yang dimaafkan. Karena:

1. Memberi maaf membuat kepribadian kita berkembang.

Memang ada orang yang lebih memilih menyimpan rasa sakit hati dan dendam. Karena itu membuat mereka dalam posisi “benar” dan orang lain yang salah. Perasaan itu justru membuat mereka “nyaman” dan tidak perlu berubah.

Memberi maaf dalam kasus-kasus “berat” seringkali sama sakitnya dengan sakit hati itu sendiri. Karena mengharuskan kita melakukan introspeksi, yang tak jarang berakhir pada kesimpulan bahwa kita juga memiliki andil dalam kesalahan yang dilakukan orang itu terhadap kita. Pada satu titik, kita menyadari bahwa pasangan yang selingkuh justru diakibatkan karena sikap kita dirumah selama ini yang kurang memberi kasih sayang, penghargaan atau bersikap egois. Bahwa kita bisa ditipu orang justru karena keserakahan kita sendiri.


Pengakuan seperti ini sering menyakitkan. Alih-alih menyalahkan orang lain, kita malah dihadapkan pada sebuah kesadaran mengenai kesalahan kita sendiri. Sebuah kesadaran yang mengharuskan kita berubah. Tapi ketahuilah, rasa sakit yang satu ini akan berbuah kenikmatan dan kedamaian di hati pada akhirnya. Ia akan membuat kita lebh bijaksana dan menjadi orang yang lebih baik.
2. Memberi maaf membuat kita berdamai dengan masa lalu

Memberi maaf membebaskan kita dari belenggu jiwa yang mengikat dan mengerdilkan diri kita. Setiap langkah yang kita lalui dalam hidup ini memuat pelajaran kehidupan yang bersifat Ilahi. Ada pelajaran yang hendak


Dengan memberi maaf (dari dasar hati, bukan sekedar ucapan pemanis bibir), berarti kita telah berdamai dengan masa lalu kita, termasuk diantaranya adalah orang-orang yang telah menyakiti hati kita.

Bila kita masih menyimpan sakit hati dan kekecewaan, berarti kita belum lulus ujian pelajaran kehidupan yang diberikan Tuhan. Kalau belum lulus ujian, maka kelak kita akan diharuskan mengulang kembali pelajaran tersebut.

3. Memberi maaf adalah hadiah terbesar yang kita berikan kepada diri kita.

Tidak masalah apakah orang yang kita maafkan itu pantas atau tidak untuk dimaafkan. Apalagi bila orang itu tidak pernah meminta maaf. (Memang ada orang yang tidak pernah meminta maaf untuk kesalahan yang ia lakukan. Lebih parah lagi, ia bahkan tidak merasa salah!)

Dalam situasi seperti itu, sadarilah bahwa itu bukan urusan kita. Orang seperti itu punya masalah dengan diri mereka sendiri, dan mereka pasti menerima akibat dari sikap seperti itu. Bukannya mensyukuri, tapi orang seperti itu justru perlu dikasihi.

Pada hakikatnya, tindakan memberi maaf adalah tindakan menyangkut diri kita sendiri, bukan orang lain. Bukan pula tergantung bagaimana sikap orang yang sudah menyakiti hati kita. Karena memberi maaf membuat pikiran kita lebih jernih, lebih terbuka dan lebih luas. Ia membuat jiwa kita lebih kaya. Ingat, orang yang “memberi” adalah orang yang lebih “kaya.” Ia membuat kita lebih sabar dan lebih percaya diri.

4. Memberi maaf membuat kita lebih jujur kepada diri sendiri.

Mungkin saja kita sama sekali tidak pernah berbuat salah kepada orang yang bersalah kepada kita. (“Apa salah saya kepada kamu sehingga kamu berbuat seperti ini pada saya?”) Namun bila kita sedikit lebih jujur dan terbuka kepada diri sendiri, maka segera kita sadari bahwa kitapun pernah berbuat salah kepada orang lain. Kita juga manusia yang jauh dari sempurna. Mungkin saja orang yang menyakiti hati kita hanyalah perantara utusan Tuhan untuk menyadarkan kesalahan yang pernah kita lakukan kepada orang lain. Karena itu, bukannya malah benci dan mendendam, kita justru patut berterima kasih kepada “si utusan Tuhan” ini.

5. Secara sosial, tindakan memberi maaf diterima sebagai sikap seorang ksatria dan berjiwa besar.

Apakah memaafkan perlu diucapkan secara verbal? Saya kira tidak ada sebuah pedoman baku untuk itu, karena sangat tergantung pada situasinya. Apalagi bila yang bersangkutan tidak pernah meminta maaf, tentu akan aneh bila tiba-tiba kita mengatakan bahwa kita memaafkan kesalahannya.

Namun yang terpenting adalah, apakah kita sudah memaafkannya dari dasar hati? Apakah kita sudah memetik pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan melalui dia? Kalau sudah, maka sikap kita yang memaafkan akan tercermin dalam bahasa tubuh dan tutur kata kita. Dan dengan itu, sebuah jalinan tali persaudaraan umat manusia yang sempat terputus bisa tersambung kembali.

Saya selalu yakin, Tuhan memberikan moment-moment tertentu dalam hidup manusia sebagai saat yang tepat untuk menjalin kembali tali persaudaraan yang sempat putus. Moment-moment itu adalah Tahun Baru, Lebaran, Natal, Hari Nyepi, Hari Waisak, atau hari ulang tahun. Bisa juga moment berupa kelahiran seorang bayi, pesta pernikahan, atau upacara wafat anggota keluarga. Itulah moment menurut saya kita perlu saling memaafkan. Niscaya hidup kita akan lebih damai dan menjadi orang yang lebih mencintai dan dicintai.

Salam Sukses,

Kingson

Kingson Suryaatmaja

Rabu, 17 September 2008

The Law of Attraction 1

The Law of Attraction (1)

he vibrations of mental forces are the finest and

onsequently the most powerful in existence

Sumber artikel

Charles Haanel

Banyak orang yang bingung saat saya menjelaskan prinsip sukses yang kami ajarkan di Supercamp (SC) Becoming a Money Magnet. Berbeda dengan kebanyakan prinsip sukses yang telah mereka ketahui di SC kami mengajarkan 5 langkah sukses yang menjadi intisari dari teknik untuk menggunakan The Law of Attraction (LOA) dengan mudah dan optimal.

Ada seorang pembaca buku dari Jakarta yang menelpon saya dan bersikeras mengatakan bahwa keberhasilan yang dialami oleh rekan-rekan yang mempraktikkan apa yang kami bagikan di SC hanyalah kebetulan. Pembaca ini merasa bahwa sukses itu nggak mudah. Sukses hanya bisa diraih dengan perjuangan keras dan kalau perlu sampai “berdarah-darah”.

Melalui percakapan yang cukup intens selama hampir setengah jam saya menjelaskan prinsip kerja LOA. Salah satu hal yang saya sampaikan padanya adalah, “Do you want to be successful through the hard way or easy way?” Keberhasilan akan sangat sulit dicapai, atau membutuhkan upaya yang sangat keras (massive action), bila kita bekerja tidak sejalan dengan LOA.

Banyak orang yang kurang atau tidak mengerti mengenai cara kerja LOA. Akibatnya mereka menggunakan LOA secara tidak sadar (by default) dan membuat hidup mereka menderita. Ada juga orang yang walaupun tidak menyadari adanya LOA namun mereka dapat menggunakannya untuk kemajuan hidup mereka.

Melalui artikel ini saya ingin menjelaskan lebih detil mengenai LOA dan bagaimana kita, dengan pemahaman yang benar mengenai LOA, akan dapat menggunakan LOA untuk kemajuan kita di berbagai aspek kehidupan.

Untuk bisa mengerti cara kerja LOA kita perlu mengetahui cara kerja pikiran. Pikiran mempunyai vibrasi. Dan apapun yang kita pikirkan akan dikirim ke semesta alam dalam bentuk sinyal yang akan menarik segala sesuatu yang sejalan dengan vibrasi pikiran kita. Likes attract likes. Dengan memahami hal ini maka apapun yang terjadi dalam hidup kita baik yang positif dan negatif adalah akibat dari hasil kerja LOA yang diaktifkan dan diarahkan oleh pikiran kita.

Hal pertama yang ingin saya sampaikan adalah sifat LOA yang selalu ”on”. ”Selalu” artinya tiap detik selama kita hidup dan pikiran masih bekerja maka LOA akan aktif.

Untuk mudahnya saya berikan ilustrasi berikut. Bayangkan anda bekerja, sebagai seorang manajer, di stasiun televisi. Tugas anda menentukan materi siaran yang akan ditayangkan secara live. Anda bebas menentukan apa jenis materinya. Setiap materi yang akan disiarkan akan ditampilkan di layar monitor dan setelah itu akan di-broadcast dengan satelit ke seluruh dunia. Anda mendapat materi siaran dari dua tim yang berbeda. Ada tim A dan tim B. Apapun usulan materi siaran yang mereka ajukan, andalah yang berhak menentukan pilihannya.

Apa yang saya jelaskan di atas sama dengan cara kerja pikiran. Anda, pada ilustrasi di atas adalah kesadaran diri. Tim A adalah pikiran sadar dan Tim B adalah pikiran bawah sadar. Layar monitor adalah layar mental/pikiran anda. Dan karena sifat siarannya adalah live maka apapun yang muncul di layar monitor akan langsung disiarkan tanpa sensor sama sekali.

Namun jangan khawatir. Walaupun apa yang ada di pikiran akan selalu disiarkan hal ini tidak berarti kita akan langsung bisa mendapatkan atau menarik hal-hal yang ada di pikiran kita ke dalam realita fisik kita. Dengan bahasa yang lebih sederhana ada waktu jeda/time-delay antara saat kita mem-broadcast materi pikiran dan saat kita mendapatkan apa yang kita broadcast.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa ada lebih banyak orang yang hidupnya susah dibandingkan dengan orang yang bahagia? Mengapa lebih banyak orang yang gagal dibandingkan dengan yang sukses?

Dengan memahami cara kerja LOA maka akan sangat mudah menjawab pertanyaan ini. Orang gagal/susah adalah orang yang menggunakan LOA untuk menarik hal-hal yang justru tidak mereka inginkan. Sedangkan orang sukses/bahagia adalah orang yang, baik secara sadar atau tidak, menggunakan LOA untuk menarik hal-hal yang mereka inginkan.

Anda bisa membantah saya dengan berkata, “Lha, Pak, siapa yang mau hidup susah. Hanya orang edan saja yang mau hidup susah. Bukankah orang yang gagal atau hidup susah itu juga telah berusaha keras untuk bisa sukses/bahagia?”

Anda benar sekali dan juga keliru. Anda benar bahwa tidak ada orang yang mau gagal. Namun anda keliru jika hanya menilai seseorang berdasar tindakan atau ucapannya. Mengapa bisa begitu? Karena LOA tidak memberikan respon pada tindakan atau ucapan. LOA hanya memberikan respon pada (vibrasi) pikiran yang mendasari tindakan atau ucapan. Anda jelas sekarang? Yang paling penting adalah pikiran di balik setiap tindakan atau ucapan kita.

Pikiran mempunyai dua outlet yaitu ucapan dan tindakan. Jadi, apapun yang kita ucapkan dan lakukan selalu diawali dengan pikiran. Untuk bisa menggunakan LOA demi kemajuan kita maka yang perlu kita benahi dan tingkatkan adalah kualitas berpikir kita. Bukan ucapan atau tindakan kita.

Anda mungkin ingat cerita mengenai seorang wanita yang sangat membenci ibunya. Sejak kecil wanita ini memutuskan bahwa kelak saat dewasa ia tidak ingin menjadi seperti ibunya. Keinginan untuk tidak menjadi seperti ibunya begitu kuat tertanam di pikiran si wanita ini. Setelah dewasa apa yang terjadi? Wanita ini menjadi serupa dengan ibunya. Lha, kok bisa? Ini adalah salah satu bentuk dari hasil kerja LOA. Dengan tidak ingin menjadi seperti ibunya maka yang muncul di layar mentalnya adalah si ibu. Wanita ini secara tidak sadar telah memberikan perhatian, fokus, dan energi dalam bentuk emosi kepada buah pikirnya. Sehingga ia mendapatkan hasil yang seakan-akan bertentangan dengan keinginannya.

Dari umpan balik yang saya terima dari para alumnus SC, sudah ada 3 (tiga) orang yang mendapatkan mobil gratis. Dua alumnus mendapat hadiah dari kawan mereka padahal mereka sama sekali tidak meminta. Sedangkan yang satunya mendapatkannya dari sebuah bank. Yang lebih istimewa dari kawan kami yang dapat mobil dari bank yaitu saldonya hanya sebesar Rp. 300.000 saja.

Anda mungkin bingung dan bertanya, ”Ah, yang benar saja. Masa semudah ini?”. Pertanyaan ini juga yang sering muncul di pikiran saya dan kawan-kawan yang ”beruntung”. Kita mengalami LOA namun kita tetap masih begitu terkagum-kagum.

Di SC kami mengajarkan 5 langkah sukses yang menjadi intisari apa yang kami tulis di buku Becoming a Money Magnet yaitu 1) Tahu apa yang diinginkan/Dream, 2) Yakin, 3) Syukur, 4) Pasrah, dan 5) Doa.

Sederhana, bukan?

Apakah dengan mengetahui dream berarti kita bisa langsung mendapatkan apa yang kita inginkan dengan bantuan LOA? Belum bisa. Ada syarat lain yang harus dipenuhi. Apa itu ? Buah pikir (thought) bila hanya dipikirkan ”apa adanya” akan mempunyai efek tarikan yang kecil. Untuk bisa memperbesar efek tarikannya, dengan demikian mempercepat realisasi pikiran-menjadi-realita fisik, dibutuhkan bantuan emosi sebagai booster. Emosi yang dimaksud bisa berupa emosi positif maupun yang negatif.

Sekarang coba kita lihat hidup kebanyakan orang yang ”biasa-biasa”. Mereka biasanya salah menggunakan pikiran mereka. Apa maksudnya?

Pikiran tidak mengenal garis waktu yang membagi waktu menjadi masa lalu, sekarang, dan masa depan. Yang ada hanya satu waktu saja yaitu saat ini, the moment. Kebanyakan orang hidup di masa lalu mereka. Yang mereka ingat sering kali adalah pengalaman buruk, kegagalan, dan atau kejadian traumatik yang pernah mereka alami. Kalaupun mereka ”melihat” ke masa depan maka yang dilihat adalah juga sesuatu yang suram dan tidak menyenangkan.

Sekali lagi, pikiran hanya mengenal ”saat ini”. Saat kita memikirkan kejadian di masa lalu maupun sesuatu yang kita antisipasi di masa depan maka semua bentuk pikiran ini langsung muncul di layar monitor kita. Apa yang terjadi setelah itu? Benar sekali. Apa yang ada di layar monitor (pikiran) langsung disiarkan. Selanjutnya apa yang terjadi? Dengan ”bantuan” LOA kita akan menarik segala sesuatu yang sejalan dengan vibrasi buah pikir kita.

Oh ya satu hal yang perlu saya tekankan adalah bila saya berbicara mengenai pikiran maka saya selalu mengacu pada kedua pikiran yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pengalaman klinis membuktikan bahwa yang mendominasi pikiran kita adalah pikiran bawah sadar yang kekuatannya sembilan kali lebih kuat dari pikiran sadar.

Jika kita ingin membuat LOA bekerja maksimal maka kita perlu membereskan berbagai mental block yang ada di pikiran bawah sadar. Seringkali apa yang kita pikirkan secara sadar, misalnya ingin sukses, ternyata bertentangan dengan buah pikir yang ada di pikiran bawah sadar.

Yang terjadi selanjutnya adalah kita mem-broadcast dua macam vibrasi pikiran. Yang satu ingin kita sukses dan yang satu lagi tidak ingin kita sukses. Mana yang lebih kuat efeknya? Sudah tentu vibrasi dari pikiran bawah sadar. Mengapa? Karena buah pikir dari pikiran bawah sadar telah di-charge dengan emosi.

Nah, setelah mengetahui hubungan antara pikiran dan LOA lalu apa yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan LOA untuk kemajuan kita? Kuncinya satu yaitu kesadaran diri. Kita harus berusaha selalu sadar untuk mengarahkan pikiran kita untuk hanya memikirkan hal-hal yang kita inginkan.

Pada artikel selanjutnya saya akan membahas lebih dalam lagi mengenai The Law of Attraction.


Tentang Kingson Suryaatmaja

Kingson Suryaatmaja adalah seorang Certified Firewalk Instructor, murid langsung dari Tung Desem Waringin dan Dr. Ernest Wong. Alumni Fakultas Psikologi UGM ini adalah seorang praktisi bisnis yang hingga saat ini menjabat sebagai CEO sebuah percetakan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta. Silahkan menghubungi kami.

Tentang Enlightened Success Newsletter:

Misi kami adalah menghadirkan sebuah newsletter yang informatif dan berkualitas mengenai motivasi, berpikir positif, pengembangan diri, kekuatan pikiran, ketentraman hati dan pengembangan spiritual, yang akan menemani perjalanan Anda menuju sukses.

Melalui website ini, Anda akan kami antarkan menuju berbagai sumber pengetahuan dan informasi yang berkualitas. Anda akan mendapatkan artikel dan E-book yang akan menerangi jalan Anda menuju sukses dan kemakmuran, peningkatan kualitas hidup dan panduan bagi Anda dalam jalan menuju peningkatan diri, ketentraman hati dan pengembangan spiritual

Terima kasih atas kunjungan Anda!

Salam Sukses,

Kingson Suryaatmaja

Sabtu, 13 September 2008

Keajaiban DOA yang Efektif

Doa yang ilmiah adalah interaksi selaras antara kecerdasan dan bawah sadar yang ditunjukkan untuk suatu tujuan spesifik. Dalam buku ini akan dijelaskan secara ilmiah bagaimana menyadap kekuatan dalam yang tak terbatas ini sehingga anda bisa memperoleh apa yang anda inginkan dalam hidup. Mulailah pergunakan kekuatan ini untuk memperoleh hidup yang lebih sejahtera, melancarkan masalah sehari-hari, memecahkan masalah usaha dan menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan di keluarga. Bacalah buku ini beberapa kali! Akan dijelaskan disini bagaimana cara kerja kekuatan istimewa ini, bagaimana anda bisa menarik inspirasi tersembunyi dan kebijaksanaan yang sebenarnya Anda miliki. Disini bisa dipelajari teknik sederhana memberi kesan kepada pikiran bawah sadar. Ikutilah jalan ilmiah baru dalam menyadap gudang tak terbatas ini. Bacalah buku ini dengan cermat, sungguh-sungguh dan teliti.Buktikan sendiri manfaatnya. Saya yakin hal ini akan menjadi titik penting dalam sejarah kehidupan Anda.

Jumat, 12 September 2008

Kami Kehilangan Orang Terbaik Kediri

Kediri - Kematian Presiden Komisaris PT Gudang Garam, Rachman Halim alias Tjoa To Hing tak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Kepedihan juga dirasakan oleh Kota Kediri, tempat berdirinya PT Gudang Garam,Tbk.

Hal ini tampak dari ungkapan Walikota Kediri, HA Maschut saat dikonfirmasi detiksurabaya.com usai menyaksikan secara langsung pertandingan Indonesia Super Liga antara Persik Kediri melawan PSIS Semarang di Stadion Brawijaya, Minggu (27/7/2008) malam.

"Kami kehilangan orang terbaik. Atas nama Pemerintah Kota dan pribadi kami mengucapkan duka yang sangat mendalam dan turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah," kata HA Maschut.

Dimata orang nomor satu di Kota Kediri tersebut, Rachman dikenal sebagai sosok yang menakjubkan.

"Beliau seorang pekerja keras, yang patut diteladani. Itu dapat dilihat dari prestasinya membesarkan nama Gudang Garam," ujarnya.

Ketika ditanya apakah kepergian Rachman Halim akan berpengaruh pada perekonomian Kota Kediri, HA Maschut membantahnya. Menurut dia, Gudang Garam tidak hanya dipimpin satu orang.

"Memang keberadaan Pak Halim sangat menentukan, tapi tentunya Gudang Garam memiliki banyak pemimpin yang tak kalah handal," kata pria yang akrab disapa Pak Brengos ini.

Dia juga berharap, kematian Rachman Halim tak akan membuat operasional PT.Gudang Garam,Tbk berhenti. Sebaliknya, dengan generasi baru yang saat ini telah muncul perusahaan rokok terbesar se-Indonesia tersebut akan tetap jaya.

Kekhawatiran kematian Rachman Halim akan berpengaruh pada roda perekonomian di Kota Kediri dan sekitarnya. Hal ini tak lepas dari pengaruh besarnya, yang salah satunya ditunjukkan dengan mata pencaharian warga Kediri, yang sebagian besar juga bergantung pada Gudang Garam.

Catatan yang dimiliki detiksurabaya.com, saat ini sedikitnya 41 ribu karyawan menggantungkan hidupnya kepada Gudang Garam. Dari jumlah tersebut, lebih dari dua pertiganya berasal dari Kota Kediri dan sekitarnya.

Rachman Halim meninggal pagi tadi sekitar pukul 05.20 waktu Singapura, setelah mendapatkan perawatan selama sepekan di RS Mount Elizabeth akibat menderita jantung koroner. Anak pertama dari enam bersaudara, putra dari Surya Wonowidjojo tersebut menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT.Gudang Garam,Tbk sejak tahun 1984.
( bdh / fiq )